Rekam Kisah
Halo, Namaku Nuril Azizah. Biasanya aku dipanggil Nuril di rumah, tapi semasa S1 aku dipanggil Azizah karena ada teman sekelasku juga memiliki nama yang sama denganku yaitu Nuril. Selama masa S2 aku akhirnya dipanggil Nuril karena sudah tidak ada lagi yang bernama sama. Kemudian sekarang aku sedang mengikuti Program Profesi Guru atau seterusnya akan disingkat PPG. Ku kira di kuliah PPG ini aku akan dipanggi Nuril tapi ternyata ada mahasiswi lain yang bahkan memiliki nama persis dengan namaku yaitu Nuril Azizah. Akhirnya aku memutuskan untuk dipanggil sebagai Azizah lagi. Tidak apa-apa, nama ini bagus. Aku suka.
Mengikuti PPG ini adalah sebuah keputusan besar dalam hidupku. Aku tidak pernah benar-benar ingin ikut program ini. Keputusanku mengikuti ini adalah karena iming-iming setelah lulus akan mudah mengikuti P3K. Namun hati kecilku masih menolak. Aku tidak ingin menjadi guru. Aku selalu berpikir bahwa seharusnya aku bisa melakukan hal yang lebih besar dari pada menjadi guru di sekolah. Aku seperti menolak takdir. Namun, sekeras apapun aku menolak takdir ini aku tetap di sini.
Jika aku urai kembali bagaiman proses pendaftaran PPG ku, seharusnya mungkin aku tidak diterima. Dari ribuah peserta yang mendaftar aku bertanya-tanya kenapa aku diterima? bagaimana tidak, dalam seleksi PPG ini ada 3 tahap. Tahap pertama aku selesaikan dengan baik, meskipun sedikit hampir mencapai Due date pengumpulan.
Malam itu, malam terakhir membayar pendaftaran PPG sebesar 200 ribu. Aku tidak tau bahwa malam itu malam terakhir, dan aku baru menyadarinya jam 8 malam. Sedangkan proses pemabayaran baru dapat dilakukan jika aku menyelesaikan semua essai yang menjadi persyaratan masuk tahap 1. Pada waktu itu aku baru menyelesaikan essai sebanyak 2 nomer dari 6. Akhirnya aku mengebut menulis essai dan selesai jam 11 malam. Pembayaran terakhir jam 12 malam. Pikirku ah gampang, bisa pakai m-banking. Rupanya ketika aku coba pakai mbanking,error. Aku meminta bantuan pada temanku Mbak Laily dan masih tetap tidak bisa juga. Akhirnya jam setengah 12 malam aku diantar bapakku pergi ke ATM. Setelah sampai di ATM, aku ternyata lupa membawa ATM nya, haduuuuhh. Aku kembali ke rumah untuk mengambil ATM, waktu itu sudah jam 11.45 malam. Aku coba transfer melalui akun bank ku dan rupanya eror juga. Di menit-menit terakhir rupanya Mbak Laily masih berusaha membantuku membayar melalui akun mbanking miliknya. Dan akhirnya 11.50 malam pembayaran berhasil, fyuuhhhhh.
Aku akhirnya lolos tahap 1. Aku akan melanjutkan ke tahap 2 yaitu tes substantif. Terdapat 3 macam soal, yaitu soal IPA yang mana soal ini akan terdiri dari soal fisika, kimia dan biologi (haduuhhh aku mana paham fisika dan kimia). Selain itu juga ada soal numerasi dan literasi. Pada waktu itu sisa 4 hari untuk mempersiapkan tes. Aku belajar semampuku melalui soal-soal yang dibahas digrup telegram. Ketika hari tes, ternyata soal-soalnya syuuusahhh cekilaa gesssss. Mungkin 50% soal substantif aku bisa menjawab dengan sungguh-sungguh dan sisanya ngarang. Kalau soal literasi sihh easy hahaha, tapi soal numerasij jangan ditanya, dari 15 soal mungkin aku hanya berhasil menghitung 3 soal dan itupun kalau benar. hahah
Aku sudah optimis tidak lolos, tapi ternyata ketika pengumuman tahap 2, AKU LOLOS LAGI, KOK BISAAA LOHHH???????????/
Tes Tahap 3. Wawancara.
Waktu itu aku benar-benar tidak ingin lolos. benar-benar tidak ingin lolos, sungguh. Aku berharap aku bisa menjawab pertanyaan penanya dengan buruk. Aku sudah mempersiapkan jawaban-jawaban terburukku.
Hari H wawancara. Aku ingin masuk google meet telat, namun naluri tepat waktuku meronta-ronta. Akhirnya aku tidak jadi datang telat.
Saat ditanya alasanku kenapa ingin menjadi guru aku menjawab sebenarnya aku tidak ingin mejadi guru, namun ternyata saya sudah menjadi guru sekarang di salah satu SD swasta di sini. Jadi aku mengikuti alur saja dan tujuan utama mengikuti PPG hanya untuk jenjang karir.
Selain itu aku juga menjabarkan banyak kelemahanku jika mengikuti program PPG ini. Kupikir jawaban itu sudah cukup jelek untuk bisa lolos ke tahap berikutnya.
Hari pengumuman tahap 3 bersamaan dengan aku dinyatakan lolos sebagai pengajar di Ganesha Operation. AKU GALAUUUUU. BINGUNG MAU PILIH MANA.
Aku takut tidak bisa melakukan keduanya, PPG dan GO dengan maksimal karena lokasi kerjanya berbeda kota. Hari itu 31 Juli aku harus tanda tangan kontrak dan akan pengumuman PPG.
Jam 4 sore akhirnya aku memtuskan untuk tanda tangan kontrak di GO dengan optimisme tinggi bahwa aku tidak akan diterima di PPG (yaa mengingat jawabanku di wawancara sudah patut untuk tidak diterima).
Ternyata pengumuman ditunda, aku semakin deg degan.
Pengumuman PPG baru terlaksana keesokan harinya. Aku dengan perlahan membuka laman SIMPKB sambil berdoa bahwa aku tidak lolos.
klik klik... laman terbuka. Halaman 1 tertulis Selamat anda dinyatakan lolos tahap 1 dan berhak melanjutkan ke tahap 2 untuk mengikuti tes substantif. huhhhhhhhhh bikin kaget aja.
aku klik lagi dan ada pengumuman lolos tahap 2. Aku ragu untuk mengklik selanjutya, untuk melihat pengumuman tahap 3. Setelah mengambil nafas panjang, aku beranikan klik selanjutnya.
Klik...

Dan ya begitulah, akhirnya aku disini. Duduk di kosan sendirian sambil mengerjakan tugas-tugas PPG yang tiada batas.
Sekian :)