Rabu, 27 September 2023

KATANYA MERDEKA

  

Apasih kurikulum merdeka itu?


Disclaimer : Halaman ini hanya berisi pertanyaan-pertanyaan besar yang masih saya coba temukan jawabannya. Jika diantara pembaca mengetahui jawabannya, kindly comment below ya gess

Bagaimana sih kurikulum ini membuat pendidikan di Indonesia menjadi merdeka?

Jika ada kurikulum merdeka, apa kurikulum K-13 sebelumnya merupakan kurikulum yang memuat sistem pendidikan yang tidak merdeka? lalu apa point utama perbedaan antara kurikulum merdeka dengan kurikulum K-13 atau dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya yang lain?

Kira-kira apakah kurikulum merdeka yang sudah sedang dicanangkan saat ini merupakan kurikulum yang masih perlu di revisi? jika iya, maka bagian mana yang perlu di revisi?

Di Indonesia kita tau tentang sekolah alam pertama yang di dirikan di Yogyakarta, atau lebih akrabnya dikenal sebagai Sekolah Alam. Sepanjag yang saya tau melalui sumber bacaan dan informan pribadi, di SALAM sudah menerapkan merdeka belajar yang membebaskan siswa untuk belajar apa saja. Tidak ada kurikulum yang membuat siswa yang memiliki potensi di bidang psikomotorik harus belajar matematika atau bahasa inggris atau sebaliknya. Apakah itu merdeka belajar?

Terakhir, Apasih esensi dari merdeka belajar itu sendiri?

 

TUGAS : KOLABORASI PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL

  

 PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL




 

Kali ini tentang tugas dari kelas Perspektif sosio kultural. Kami mendapatkan tugas untuk berkolaborasi mendiskusikan 5 video tentang pendidikan yang sudah disediakan di LMS. Berikut link video yang menjadi bagian yang aku tonton : 

(https://youtu.be/CdI7-WOMy78?feature=shared). 

 

Sebenarnya saya sangat tertarik dengan dunia pendidikan, dan sangat tertarik untuk bisa bergabung dalam kegiatan Indonesia Mengajar. Sewaktu masih mahasiswa baru pada tahun 2016, saya pernah mengikuti program Unej Mengajar. Konsep yang dianut mirip dengan konsep Indonesia Mengajar, hanya saja lingkup sekolah yang menjadi sekolah tujuan hanya sekitar Jember. Namun, karena satu dan lain hal akhirnya saya tidak bisa melanjutkan bergabung dengan program Unej Mengajar tersebut. 

Keinginan terpendam saya untuk bergabung dalam kegiatan relawan mengajar di pelosok tidak pernah hilang, namun juga tidak pernah saya usahakan. Saya bahkan tidak pernah terpikir untuk menonton video yang menggambarkan kegiatan pendidikan di pelosok negeri. Kemudian hari ini, melalui program PPG ini saya diberi tugas untuk menonton video yang rupanya adalah video tentang kilas balik serta refleksi salah seorang pengajar muda bernama Trisa Melati yang menjadi pengajar muda di salah satu desa terpencil di pedalaman Sumatra Selatan. Terima kasih PPG sudah memberikan saya kesempatan dan jalan untuk bisa menonton video ini. Pada dasarnya video ini dapat di tonton oleh siapa saja, tidak harus mahasiswa PPG. Namun, perlu saya akui bahwa saya tipe orang yang tidak terlalu gemar menonton youtube, sehingga tanpa adanya dorongan eksternal saya umumnya tidak bisa berlama-lama menonton video berdurasi lama. 

 

Saya diberi tugas untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan PPG saya untuk mendiskusikan beberapa video, salah satunya adalah video ini. Terdapat hal-hal yang perlu dibahas dalam diskusi ini, diantaranya adalah sebagai berikut. 

 

Diskusikan dalam kelompok pertanyaan berikut :

Apa faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik penting yang mempengaruhi pendidikan dan pembelajaran di kelima daerah tersebut? Apa yang mirip atau sama, dan apa yang berbeda?

Pada video ke -3 

faktor sosial, budaya dan ekonomi merupakan hal yang sangat memperngaruhi pendidikan di daerah pedalaman Sumatra selatan. 

- Sosial : secara geografis lokasi mereka jauh dari desa lainnya sehingga akses untuk para guru untuk datang ke lokasi tersebut menjadi sangat terbatas. Hal ini menyebabkan sedikitnya SDM guru yang bersedia untuk menjadi tenaga pendidik di sekolah tersebut. Namun, aspek sosial dari sisi peserta didik menggambarkan semangat belajar yang tinggi walaupun dengan keterbatasan tenaga pendidik. 

-Budaya : Dalam contoh yang terjadi di SDN Rambang di Talang Airguci di Sumatera Selatan, mereka memiliki budaya yang sangat unik. Dalam kebiasaan sehari-hari ataupun dalam acara tertentu, masyarakatnya suka berpantun. Hal ini dilakukan oleh orang-orang dari berbagai kalangan, sehingga hal ini juga menjadi biasa bagi anak-anak di daerah tersebut. Hal ini tercermin juga dalam kegiatan belajar mengajar mereka di sekolah. Seringkali dalam proses KBM, baik guru maupun murid menggunakan pantun untuk mendukung capaian hasil belajar. 

-Ekonomi : Hal ini merupakan hal yang sangta mendasar dan sangat mempengaruhi proses belajar di sekolah. Terbatasnya finansial untuk biaya operasional sekolah menyebabkan mereka harus membagi 1 ruangan kelas menjadi 3 sekat, yang mana masing-masing sekat akan di isi oleh 2 tingkat kelas. Praktis, satu kelas akan terdiri dari 6 tingkat kelas berbeda. Hal ini sangat berpengaruh terhadap konduktifitas proses belajar. 

 

  

Bagaimana faktor-faktor tersebut dipertimbangkan dan kemudian diterapkan ke dalam strategi pembelajaran oleh pengajar yang ada di dalam video tersebut?

Faktor yang dipertimbangkan oleh pengajar salah satunya adalah faktor ekonomi.

Karena taraf ekonomi kebanyakan masyarakat setempat adalah menengah kebawah menyebabkan siswa tidak mampu untuk membeli buku ajar. Buku ajar hanya dipegang oleh wali kelas saja. Hal ini menjadikan proses belajar menjadi lebih sulit. Faktor ini menjadi pertimbangan bagi guru untuk menerapkan belajar di alam langsung, agar walaupun siswa tidak dapat ilmu dari buku yang notabennya terdapat banyak gambar ilustrasi namun siswa dapat langsung mempelajarinya di alam. 

 

 Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, apa yang akan Anda lakukan selain yang sudah dilakukan pengajar tersebut?

 

Apakah dengan mempelajari faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik penting yang mempengaruhi pendidikan dan pembelajaran mampu mengembangkan diri Anda untuk menjadi pendidik yang baik?

 

Ya. dengan mempeljari faktor sosial buday, ekonomi dan politik dapat sangat membantu saya dalam mengembangkan diri saya sebagai pendidik yang baik. 

 


KILAS BALIK KISAH PPG

 

Rekam Kisah

 




Halo, Namaku Nuril Azizah. Biasanya aku dipanggil Nuril di rumah, tapi semasa S1 aku dipanggil Azizah karena ada teman sekelasku juga memiliki nama yang sama denganku yaitu Nuril. Selama masa S2 aku akhirnya dipanggil Nuril karena sudah tidak ada lagi yang bernama sama. Kemudian sekarang aku sedang mengikuti Program Profesi Guru atau seterusnya akan disingkat PPG. Ku kira di kuliah PPG ini aku akan dipanggi Nuril tapi ternyata ada mahasiswi lain yang bahkan memiliki nama persis dengan namaku yaitu Nuril Azizah. Akhirnya aku memutuskan untuk dipanggil sebagai Azizah lagi. Tidak apa-apa, nama ini bagus. Aku suka.

Mengikuti PPG ini adalah sebuah keputusan besar dalam hidupku. Aku tidak pernah benar-benar ingin ikut program ini. Keputusanku mengikuti ini adalah karena iming-iming setelah lulus akan mudah mengikuti P3K. Namun hati kecilku masih menolak. Aku tidak ingin menjadi guru. Aku selalu berpikir bahwa seharusnya aku bisa melakukan hal yang lebih besar dari pada menjadi guru di sekolah. Aku seperti menolak takdir. Namun, sekeras apapun aku menolak takdir ini aku tetap di sini.

Jika aku urai kembali bagaiman proses pendaftaran PPG ku, seharusnya mungkin aku tidak diterima. Dari ribuah peserta yang mendaftar aku bertanya-tanya kenapa aku diterima? bagaimana tidak, dalam seleksi PPG ini ada 3 tahap. Tahap pertama aku selesaikan dengan baik, meskipun sedikit hampir mencapai Due date pengumpulan. 

Malam itu, malam terakhir membayar pendaftaran PPG sebesar 200 ribu. Aku tidak tau bahwa malam itu malam terakhir, dan aku baru menyadarinya jam 8 malam. Sedangkan proses pemabayaran baru dapat dilakukan jika aku menyelesaikan semua essai yang menjadi persyaratan masuk tahap 1. Pada waktu itu aku baru menyelesaikan essai sebanyak 2 nomer dari 6. Akhirnya aku mengebut menulis essai dan selesai jam 11 malam. Pembayaran terakhir jam 12 malam. Pikirku ah gampang, bisa pakai m-banking. Rupanya ketika aku coba pakai mbanking,error.  Aku meminta bantuan pada temanku Mbak Laily dan masih tetap tidak bisa juga. Akhirnya jam setengah 12 malam aku diantar bapakku pergi ke ATM. Setelah sampai di ATM, aku ternyata lupa membawa ATM nya, haduuuuhh. Aku kembali ke rumah untuk mengambil ATM, waktu itu sudah jam 11.45 malam. Aku coba transfer melalui akun bank ku dan rupanya eror juga. Di menit-menit terakhir rupanya Mbak Laily masih berusaha membantuku membayar melalui akun mbanking miliknya. Dan akhirnya 11.50 malam pembayaran berhasil, fyuuhhhhh.

 

Aku akhirnya lolos tahap 1. Aku akan melanjutkan ke tahap 2 yaitu tes substantif. Terdapat 3 macam soal, yaitu soal IPA yang mana soal ini akan terdiri dari soal fisika, kimia dan biologi (haduuhhh aku mana paham fisika dan kimia). Selain itu juga ada soal numerasi dan literasi. Pada waktu itu sisa 4 hari untuk mempersiapkan tes. Aku belajar semampuku melalui soal-soal yang dibahas digrup telegram. Ketika hari tes, ternyata soal-soalnya syuuusahhh cekilaa gesssss. Mungkin 50% soal substantif aku bisa menjawab dengan sungguh-sungguh dan sisanya ngarang. Kalau soal literasi sihh easy  hahaha, tapi soal numerasij jangan ditanya, dari 15 soal mungkin aku hanya berhasil menghitung 3 soal dan itupun kalau benar. hahah

Aku sudah optimis tidak lolos, tapi ternyata ketika pengumuman tahap 2, AKU LOLOS LAGI, KOK BISAAA LOHHH???????????/

Tes Tahap 3. Wawancara.

Waktu itu aku benar-benar tidak ingin lolos. benar-benar tidak ingin lolos, sungguh. Aku berharap aku bisa menjawab pertanyaan penanya dengan buruk. Aku sudah mempersiapkan jawaban-jawaban terburukku. 

Hari H wawancara. Aku ingin masuk google meet telat, namun naluri tepat waktuku meronta-ronta. Akhirnya aku tidak jadi datang telat. 

Saat ditanya alasanku kenapa ingin menjadi guru aku menjawab sebenarnya aku tidak ingin mejadi guru, namun ternyata saya sudah menjadi guru sekarang di salah satu SD swasta di sini. Jadi aku mengikuti alur saja dan tujuan utama mengikuti PPG hanya untuk jenjang karir. 

Selain itu aku juga menjabarkan banyak kelemahanku jika mengikuti program PPG ini. Kupikir jawaban itu sudah cukup jelek untuk bisa lolos ke tahap berikutnya. 

Hari pengumuman tahap 3 bersamaan dengan aku dinyatakan lolos sebagai pengajar di Ganesha Operation. AKU GALAUUUUU. BINGUNG MAU PILIH MANA.

Aku takut tidak bisa melakukan keduanya, PPG dan GO dengan maksimal karena lokasi kerjanya berbeda kota. Hari itu 31 Juli aku harus tanda tangan kontrak dan akan pengumuman PPG.

Jam 4 sore akhirnya aku memtuskan untuk tanda tangan kontrak di GO dengan optimisme tinggi bahwa aku tidak akan diterima di PPG (yaa mengingat jawabanku di wawancara sudah patut untuk tidak diterima). 

Ternyata pengumuman ditunda, aku semakin deg degan.

Pengumuman PPG baru terlaksana keesokan harinya. Aku dengan perlahan membuka laman SIMPKB sambil berdoa bahwa aku tidak lolos. 

klik klik... laman terbuka. Halaman 1 tertulis Selamat anda dinyatakan lolos tahap 1 dan berhak melanjutkan ke tahap 2 untuk mengikuti tes substantif.  huhhhhhhhhh bikin kaget aja.

aku klik lagi dan ada pengumuman lolos tahap 2. Aku ragu untuk mengklik selanjutya, untuk melihat pengumuman tahap 3. Setelah mengambil nafas panjang, aku beranikan klik selanjutnya. 

Klik...

 

Dan ya begitulah, akhirnya aku disini. Duduk di kosan sendirian sambil mengerjakan tugas-tugas PPG yang tiada batas.

Sekian :)

 


KILAS BALIK

 

 Profesi pendidikan guru (PPG)





26.99.2023

The first lecture has already started at 18.09.23

Hii my dearest self. I am  now joining a lecture that I have ever imagined not to do it for the whole time of my life. Yes, PPG, Pendidikan Profesi Guru. It is such an extensive class for some people who intended to be a teacher.

Wait....

Do I really want to be a teacher? I have told myself not to be a teacher. However, I am already a teacher. Then why I deny this path of life.

I keep denying that I am a teacher, even that I am now doing it.

Hey, Nuril. Let's do it. Let's do the best as you can.

Do you remember, it was about 9 years ago you wrote in your diary book that you really wanted to be a teacher. Biology teacher. Then why it stops?

Because I think that becoming a teacher is not that cool. I want to be a lecturer now. 

I know my dreams was to be a biology teacher, however, time by time increase my knowledge and lili bit change my dream. Now I want to be a lecturer.

Then why do you join PPG? 

Idk why, I feel like the destiny guides me to be here. 


Aku pikir PPG akan sulit, dan ternyata memang sulit. Tapi diantara banyak kesulitan itu aku menyukainya. Aku menyukai proses belajarnya, proses keingin tahuanku yang besar akan cara-cara mengajar. 

Selama aku mengajar, baik di ALIFYA, SMP 1 dan di GO aku tidak pernah punya bekal akademis tentang cara-cara mengajar. Lewat PPG ini saya bertemu dengan banyak dosen-dosen yang memberikan saya pandangan-pandangan baru tentang makna seorang guru, makna pendidikan bagi para murid, makna proses-proses pendidikan bagi bangsa Indonesia dan lain-lain. Hal terpenting yang saya sangat syukuri dari proses belajar ini adalah saya bisa bertemu dengan para calon guru lainnya. Mempelajari bagaimana cara mereka belajar dan mengajar, memahami sudut pandang guru-guru lain terhdap pendidikan dan peserta didik membuat saya merasa... "Ohh ternyata ini yaa yang dipikirakan orang lain. Ohh ternyata bukan saya saja yaa yang berpikiran seperti ini. Oh ternyata pikiran kita sebagai seorang guru bisa berbeda yaa "dan pikiran-pikiran random laiinya.

Aku tau bahwa mengikuti PPG tidak pernah ada dalam rangkaian wish list ku yang kutulis selama ini. Tapi aku sudah di sini, mari kita belajar yaa sayangku. 

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh : Nuril Azizah Pendidikan merupakan se...