Kamis, 16 Mei 2024

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Oleh : Nuril Azizah

Pendidikan merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya pada generasi muda (Pelangi, 2020). Melalui pendidikan, guru menjadi fasilitator atau pendidik bagi semua peserta didik agar dapat menempuh pendidikan dengan baik. Guru sebagai pendidik, perlu untuk memberikan pembelajaran yang dapat membantu peserta didik menjadi pembelajar yang sejati. Peserta didik di kelas dapat sangat beraneka ragam. Keragaman peserta didik di kelas dapat meliputi keragaman karakter, latar belakang, kemampuan daya serap belajar, kemampuan komunikasi, gaya belajar dan bakat minat (Ahmad, 2010).

Guru harus dapat merangkul semua peserta didik dengan berbagai macam keragaman yang dimilikinya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik dan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mana guru memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik dengan mengakomodasi perbedaan individual diantara peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memastikan setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga dapat mengasah potensi mereka dengan maksimal (Ambarita & Adab, 2023). Fokus perhatian dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah kepedulian pada peserta didik dalam memperhatikan kebutuhan dan kekuatan peserta didik serta bagaimana peserta didik belajar, perbedaan preferensi belajar dan minat individu. Diferensiasi menyiratkan bahwa tujuan sekolah harus memaksimalkan kemampuan semua peserta didik (Wahyuningsari, 2022).

Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa aspek yang berbeda. Diantaranya adalah aspek konten, proses dan produk. Pada pembelajaran aspek konten, maka guru memberikan konten pembelajaran yang berbeda antara peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dengan aspek konten dapat dilakukan dengan berdasar pada kesiapan belajar peserta didik, minat belajar, dan profil belajar atau modalitas gaya belajar. Guru dapat memberikan pembelajaran dengan satu tema besar dalam satu kelas yang kemudian dipecah menjadi tema-tema kecil sesuai dengan kebutuhan peserta didik (Wahyuningsari, 2022).

Pembelajaran berdiferensiasi proses adalah pembelajaran yang mana guru memberikan proses belajar yang berbeda-beda antar peserta didik. Hal ini berkaitan dengan bagaimana peserta didik dapat belajar dan memahami konten pembelajaran yang diberikan guru. Hal ini juga dapat didasarkan pada kesiapan belajar maupun modalitas gaya belajar. Guru dapat memberikan pembelajaran dengan gambar atau video pada peserta didik dengan gaya belajar visual. Sedangkan pada peserta didik dengan gaya belajar auditori, guru dapat meminta peserta didik belajar melalui penjelasan atau podcast. Pada peserta didik dengan gaya belajar kinestetik peserta didik dapat belajar melalui kegiatan yang melibatkan aktivitas motorik, seperti praktikum atau bermain peran. Metode belajar juga harus disesuaikan dengan materi ajar atau konten yang akan dipelajari oleh peserta didik (Astiti, 2021). 

Pembelajaran berdiferensiasi produk adalah pembelajaran yang mana guru memberikan pilihan yang bervariasi pada peserta didik dalam cara mereka mengekspresikan pemahaman mereka dari materi yang sudah dipelajari. Peserta didik dapat membuat karya hasil belajar baik dalam bentuk tulisan, gambar, video, poster atau demonstrasi langsung. Hal ini disesuaikan dengan karakter, minat dan kemampuan dasar peserta didik. Hal ini dapat membantu peserta didik untuk memaksimalkan potensi diri yang melekat pada peserta didik (Gusteti & Neviyarni, 2022).

Pembelajaran berdiferensiasi sudah banyak dilakukan seiring dengan diberlakukannya kurikulum merdeka. Berbagai macam pelatihan guru telah banyak dilakukan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Namun demikian, tidak sedikit guru yang masih mengalami kesulitan untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi seringkali membutuhkan waktu lama dalam prosesnya. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi dapat berlangsung lambat dalam pencapaian materi. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi memerlukan persiapan tambahan. Guru perlu merencanakan dan menyiapkan berbagai macam materi, penugasan, dan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Hal ini membutuhkan waktu tambahan yang signifikan, terutama pada awalnya. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi juga membutuhkan pengelolaan kelas yang baik oleh guru. Pengelolaan kelas dengan berbagai tingkat kemampuan, minat, dan gaya belajar bisa menjadi tantangan. Kesulitankesulitan tersebut dapat membuat pembelajaran dapat berlangsung lambat (Made, 2022). Pada saat yang sama, semua anak harus didik dengan baik sebagai dorongan untuk standar kurikulum yang lebih ketat. Standar ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa anak-anak saat ini siap menghadapi dunia masa depan. 

Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah standar yang digunakan dalam pengembangan kurikulum di Indonesia. SNP memberikan pedoman dan standar yang harus dipenuhi oleh kurikulum di semua jenjang pendidikan. Kurikulum harus disesuaikan dengan tujuan, kompetensi, dan nilai yang diatur dalam SNP. SNP yang berlaku di seluruh wilayah NKRI mencakup 8 aspek, yaitu standar standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pembiayaan, standar tenaga kependidikan, standar pengelolaan dan standar sarana dan prasarana. Standar kompetensi lulusan adalah kriteria minimal yang menetapkan kemampuan, sikap, dan pengetahuan yang diharapkan dicapai oleh peserta didik pada akhir jenjang pendidikan tertentu. Standar kompetensi lulusan ini mencakup aspek-aspek seperti keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang perlu dimiliki oleh peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Standar kompetensi lulusan biasanya dirumuskan berdasarkan tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat, serta memperhatikan perkembangan global dan perkembangan teknologi. Standar ini menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum, penyusunan materi pembelajaran, dan penilaian capaian peserta didik serta tujuan pembelajaran.

Penentuan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik. Hal ini adalah hal yang sangat baik karena guru tidak harus mengikuti alur tujuan pembelajaran yang ditentukan oleh pemerintah pusat. Melalui hal ini guru dapat menyusun pembelajaran yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik. Namun demikian, walaupun pembelajaran pada kurikulum merdeka sudah dibebaskan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sekolah masih menetapkan standar kompetensi yang harus dimiliki peserta didik pada setiap tingkatnya sesuai yang telah diatur di kurikulum mengacu pada SNP kompetensi kelulusan(Mukhlisin et al., 2024). Pemenuhan SNP kelulusan harus dicapai pada akhir jenjang pendidikan peserta didik di setiap tingkat tertentu. Sebagai upaya pemenuhan standar tersebut, tidak jarang bahwa pembelajaran harus berlangsung cepat dan dinamis mengingat banyaknya konten materi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Pada saat yang sama, guru juga digalakkan untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi untuk memfasilitasi kebutuhan semua peserta didik secara individual. Seperti yang telah diuraikan diatas, pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi keragaman semua peserta didik di kelas seringkali membutuhkan waktu yang lama dalam hal persiapan dan proses pembelajaran sehingga pembelajaran terkesan berjalan dengan lambat. Hal ini memang dikhawatirkan akan memperlambat atau menghambat pencapaian SNP kompetensi kelulusan sehingga membuat para guru cenderung tidak melakukan pembelajaran berdiferensiasi (Mukhlisin et al., 2024).

Pembelajaran berdiferensiasi memang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam persiapan dan proses pembelajaran sehingga dapat memperlambat proses pembelajaran. Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan manfaat dalam jangka waktu yang lebih panjang dengang mengasah potensi yang dimiliki peserta didik. Guru tetap perlu mengakomodasi kebutuhan dan keberagaman peserta didik di kelas dengan tetap memperhatikan standar kompetensi kelulusan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Standar ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa anak-anak saat ini siap menghadapi dunia masa depan.


Daftar Referensi

Ahmad, R. (2010). Memaknai dan mengembangkan keberagaman peserta didik melalui pendidikan inklusif. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 10(2), 70-75. 

Ambarita, J., SIMANULLANG,S., & Adab, P. (2023). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi. Penerbit Adab. 

Astiti, K. A., Supu, A., Sukarjita, I. W., & Lantik, V. (2021). Pengembangan bahan ajar ipa terpadu tipe connected berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada materi lapisan bumi kelas vii. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 4(2), 112-120. 

Gusteti, M. U., & Neviyarni, N. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran matematika di kurikulum merdeka. Jurnal Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika Dan Statistika, 3(3), 636-646. 

Made, R. K. N. (2022). Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Model Vak Dengan Multimoda Untuk Meningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar Siswa. Majalah Ilmiah Universitas Tabanan, 19(1), 55-60. 

Mukhlisin, A., Hartinah, S., & Sudibyo, H. (2024). Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Kurikulum Merdeka. Journal of Education Research, 5(1), 545-553. 

Pelangi, G. (2020). Pemanfaatan Aplikasi Canva Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Jenjang SMA/MA. Jurnal Sasindo Unpam. 8(2): 1–18. 

 Wahyuningsari, D., Mujiwati, Y., Hilmiyah, L., Kusumawardani, F., & Sari, I. P. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi dalam rangka mewujudkan merdeka belajar. Jurnal jendela pendidikan, 2(04), 529-53 

 

Jumat, 15 Desember 2023

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 6

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 6

Oleh : Nuril Azizah



Mulai Dari Diri : Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 

Sebelum mempelajari topik ini, hal yang saya pikirkan adalah saya akan mengkaji lebih jauh dan dalam lagi mengenai pentingnya pemahaman mengenai isu-isu pendidikan yang dari segala aspek yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya dalam penyelenggaraan pendidikan. Namun, saya belum mengetahui isu pendidikan seperti apa yang dimaksud penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

 Eksplorasi Konsep : Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 

Sebagai seorang guru, saya perlu untuk memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya , ekonomi dan politik adalah belajar untuk peka terhadap perubahan-perubahan atau isu yang sedang terjadi di dunia pendidikan. Dalam hal politik, saya perlu peka akan adanya banyak perubahan kebijakan dan kurikulum. Sedangkan dari segi ekononomi, saya perlu memperhatikan latar belakang ekonomi peserta didik secara umum sehingga saya dapat menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan taraf ekonomi keluarga tanpa mengurangi makna dan kreatifitas pembelajaran. Dalam segi budaya saya perlu memperhatikan budaya-budaya lokal, baik budaya sekolah maupun budaya masyarakat setempat. Kemudian, dalam segi sosial saya perlu memperhatikan karakter peserta didik dalam hal kemampuan interaksi sosialnya dengan teman, guru memperhatikan Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik aupun orang lain. Semua hal tersebut akan mempengaruhi karakter peserta didik yang menuntun saya untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan keadaan peserta didik

Ruang Kolaborasi : Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 

Dalam ruang kolaborasi saya dan rekan melakukan diskusi dan kolaborasi mengenai pandangan masing-masing rekan terhadap penerapan pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Kami memiliki pandangan masing-masing mengenai topik bahasan ini, namun secara umum masih dalam koridor yang sama. Kami berpendapat bahwa dari aspek sosial, isu yang penting dalam pendidikan adalah kesenjangan strata sosial dari peserta didik serta lingkungan keluarga peserta didik dapat mempengaruhi proses belajar peserta didik. Dari aspek budaya, latar belakang budaya di lingkungan tempat tinggal atau tempat asala sangat

mempengaruhi proses pendidikan peserta didik. Sedangkan dari aspek ekonomi kami bersepakat bahwa ekonomi memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan fasilitas serta aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Dari segi politik, perubahan cabinet menteri seringkali menyebabkan perubahan kebijakan pendidikan serta kurikulum yang berlaku di Indonesia. Semua isu-isu tersebut penting untuk dipahami dan diperhatikan oleh seorang guru ketika melaksanakan perannya sebagai seorang pendidik.

Demonstrasi Kontekstual : Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Hasil diskusi kami di ruang kolaborasi kemudian kami demonstrasikan pada demonstrasi kontekstual. Pada bagian ini saya banyak belajar mengenai diri saya sendiri dan rekan saya. Ternyata untuk satu teori yang sama kami bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi perseteruan di antara kami. Berdasarkan perbedaan ini justru memicu saya untuk menggali lebih dalam mengenai isu-isu politik, sosial budaya dan ekonomi lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. Setiap daerah yang berbeda tentunya akan memiliki isu-isu pendidikan yang berbeda sehingga dapat mempengaruhi karakter dan gaya belajara peserta didik.

Elaborasi Pemahaman : Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  

Setelah melakukan diskusi dengan rekan sebaya mengenai topik tersebut serta melalui bimbingan dari dosen pengampu saya mempelajari bahwa sebagai seorang guru, saya perlu peka terhadap isu-isu pendidikan terkini dari segala aspek, baik itu aspek latar belakang ekonomi peserta didik, sistem politik yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan, serta latar belakang sosial budaya peserta didik. Hal ini penting untuk dapat merancang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kodrat peserta didik.  Hal yang berubah dari pemahaman awal adalah saya menjadi lebih memahami pentingnya untuk bersikap peka terhadap berbagai perubahan isu-isu pendidikan yang sedang berlangsung saat ini. Hal yang saya ingin pelajari lebih lanjut adalah bagaimana jika kebijakan politik baru mengenai pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah tidak sesuai dengan kondisi sekolah.

Koneksi Antar Materi

Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 

Saya mempelajari bahwa pembelajaran ZPD sangat berkaitan dengan apa yang sudah saya pelajari pada pembelajaran di mata kuliah lainnya. Berikut merupakan koneksi antara materi ZPD dengan materi di mata kuliah lainnya : 

 


Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya

Pemahaman mengenai isu-isu yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dapat membantu guru untuk lebih memahami karakter peserta didik.

Prinsip Pengajaran dan Asesmen I

Penerapan assesmen perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran perlu juga disesuaikan
dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik . Hal ini dapat dilakukan dengan memahami isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik

Filosofi Pendidikan

Pembelajaran yang memperhatian isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah
dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik sesuai dengan prinsip pembelajaran KHD yang harus melibatkan nilai-nilai budaya yang luhur dalam pembelajaran.

Literasi Lintas Mata Pelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dengan scaffolding pada ZPD yang sesuai dengan isu-isu pendidkan perlu melakukan strategi literasi. Strategi literasi yang digunakan pada setiap kelompok yang berbeda dapat berbeda pula. Hal ini disesuaikan dengan karakter siswa.

Aksi Nyata

Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Pembelajaran ini membantu saya untuk menjadi lebih memahami bahwa guru bukan hanya sebagai pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai pendidik yang harus mampu menuntun peserta didik sesuai dengan kodratnya masing-masing menuju kebahagiaan dan menjadi individu yang merdeka. Dalam upaya mendidik peserta didik, guru perlu memahami kebijakan politik yang berlaku, latar belakang ekonomi, sosial dan budaya peserta didik. Hal ini penting karena dapat mempengaruhi karakter peserta didik serta proses penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai.

Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Hal yang dapat saya persiapkan lebih lanjut agar dapat menerapkan pembelajaran  dari topik bahasan ini dengan lebih maksimal adalah dengan melakukan riset mengenai kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah (politik), melakukan pendekatan kepada peserta didik serta wawancara pada guru senior dalam upaya mengetahui latar belakang ekonomi, sosial dan budaya peserta didik.  

 


Sabtu, 09 Desember 2023

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 5

Penerapan Pendekatan, Strategi, Metode dan Teknik Pembelajaran yang Diterapkan Sebagai Scaffolding pada ZPD Siswa

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 5

By : Nuril Azizah (240211105910)




Mulai Dari Diri : Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 


Pada pembelajaran sebelumnya saya sudah mempelajari mengenai konsep Zone of Proximal Development (ZPD). Pada pembelajaran topik ini saya mempelajari mengenai penerapan pendekatan, strategi, teknik dan metode pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Sebelum mempelajari topik ini saya belum memahami konsep scaffolding, namun saya berpikir bahwa scaffolding memiliki koneksi dengan konsep ZPD yang sudah saya pelajari sebelumnya. Saya menjadi antusias untuk mempelajari topik ini lebih mendalam. 


Eksplorasi Konsep : Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 
Berdasarkan hasil eksplorasi konsep yang saya pahami, scaffolding adalah memberikan bantuan secara bertahap dan tepat kepada siswa. Guru perlu memahami dimana titik dukungan yang dibutuhkan oleh siswa sehingga guru memberikan bantuan dalam dosis yang tepat. Bantuan harus diberikan dengan tepat sesuai ZPD masing-masing siswa. Apabila guru memberikan terlalu banyak bantuan kepada sisa,maka siswa akan cenderung malas dan tidak mandiri dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Sebaliknya apabila guru terlalu sedikit memberi bantuan, maka siswa akan kesulitan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. 


Ruang Kolaborasi : Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 


Dalam ruang kolaborasi saya dan rekan melakukan diskusi dan kolaborasi mengenai pandangan masing-masing rekan terhadap penerapan pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Kami memiliki pandangan yang relatif sama mengenai hal tersebut. Kami sepakat bahwa pembelajaran menggunakan scaffolding pada ZPD sangatlah penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun dalam diskusi ini kami menemukan perbedaan pendapat mengenai pembentukan kelompok pada pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Sebagian dari kami berpendapat bahwa pembelajaran yang menerapkan ZPD perlu mengelompokkan siswa secara homogen berdasarkan ZPD nya masing-masing. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa untuk efektivitas pembelajaran,siswa perlu dikelompokkan secara heterogen, yaitu dalam satu kelompok terdapat anggota kelompok yang beragam. Hal ini bertujuan agar siswa yang lebih cakap dapat menjadi tutor sebaya untuk teman yang kurang cakap. 


Demonstrasi Kontekstual : Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?


Hasil diskusi kami di ruang kolaborasi kemudian kami demonstrasikan pada demonstrasi kontekstual. Pada bagian ini saya banyak belajar mengenai diri saya sendiri dan rekan saya. Ternyata untuk satu teori yang sama kami bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi perseteruan di antara kami. Berdasarkan perbedaan ini justru memicu saya untuk menggali lebih dalam mengenai efektifitas pembelajaran berkelompok homogen atau homogen. Perbedaan pendapat ini justru dapat membuat saya menjadi ingin lebih banyak belajar. 


Elaborasi Pemahaman : Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  


Hal baru yang saya pelajari pada topik ini adalah penerapan scaffolding pada ZPD sangat penting untuk dilakukan dalam pembelajaran. Scaffolding berarti memberikan bantuan secara bertahap kepada siswa sesuai dengan ZPD nya masing-masing. Pemberian bantuan perlu dilakukan dengan tepat di waktu yang tepat. Sebagai seorang guru, perlu untuk mengidentifikasi titik dimana siswa membutuhkan bantuan dan titik dimana siswa mampu menyelesaikannya secara mandiri. Pemberian bantuan secara bertahap ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa, namun hal yang lebih penting adalah membangun jiwa pembelajar dari diri siswa. Siswa pembelajar adalah seseorang yang mampu mengidentifikasi kesulitan yang dilaluinya serta mencari jalan atau solusi atas masalahnya. 


Koneksi Antar Materi


Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 


Saya mempelajari bahwa pembelajaran ZPD sangat berkaitan dengan apa yang sudah saya pelajari pada pembelajaran di mata kuliah lainnya. Berikut merupakan koneksi antara materi ZPD dengan materi di mata kuliah lainnya : 


Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya

Pemberian bantuan secara bertahap (scaffolding) perlu memperhatikan ZPD siswa. ZPD siswa akan dipengaruhi karakter masing-masing peserta didik. Guru perlu memahami karakter peserta didik sebelum melakukan pembelajaran.


Prinsip Pengajaran dan Asesmen I

Pemberian bantuan bertahap pada siswa bertujuan untuk membantu peserta didik belajar menjadi pembelajar. Maka pemberian asessmen tidak hanya sekedar untuk mengevaluasi aspek kognitif, melainkan aspek kognitif dan psikomotorik juga.


Filosofi Pendidikan

Pembelajaran yang menerapkan Scaffolding pada dengan ZPD siswa merupakan pembelajaran yang berprinsip pada kodrat alam dan kodrat zaman siswa. Kodrat siswa berbeda-beda sesuai dengan karakter dan kemampuan masing-masing.


Literasi Lintas Mata Pelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dengan scaffolding pada ZPD perlu melakukan strategi literasi. Strategi literasi yang digunakan pada setiap kelompok yang berbeda dapat berbeda pula. Hal ini disesuaikan dengan karakter siswa.


Aksi Nyata


Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Pembelajaran ini membantu saya untuk menjadi lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran.  Dalam proses pembelajaran saya perlu menerapkan pembelajaran yang menggunakan scaffolding pada  ZPD untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu saya jadi memahami bahwa sebagai seorang guru, guru perlu memberikan bantuan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya masing-masing agar siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri. 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Menurut saya kesiapan saya dalam menerapkan pembelajaran yang menggunakan  scaffolding pada ZPD adalah 7 (dalam rentang 1-10). Hal ini karena saya sudah mempelajari teori scaffolding pada  ZPD di perkuliahan, namun saya perlu lebih banyak berlatih lagi dalam penerapannya di kelas. 


Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Saya perlu menyiapkan tes awal serta mengobservasi pencapaian siswa dalam pembelajaran sebelumnya. Selanjutnya saya juga perlu melakukan observasi karakter siswa melalui pendekatan pada siswa maupun wawancara dengan guru senior/wali kelas. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai ZPD masing-masing siswa. Selanjutnya, saya perlu berlatih untuk memberikan bantuan saat pembelajaran yang mana bantuan tersebut dapat menuntun siswa menemukan solusi dari masalahnya secara mandiri. 




Jumat, 08 Desember 2023

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 4

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 4

Pembelajaran yang Menerapkan "Zone of Proximal Development" 

By : Nuril Azizah

Mulai Dari Diri : Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 


Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan istilah yang pernah saya diskusikan secara singkat dengan dosen dan rekan sejawat di pertemuan pada topik sebelumnya. Namun, saya belum mendalami lebih jauh mengenai konsep ZPD serta penerapannya dalam pembelajaran. Hal yang saya pikirkan sebelum memulai proses pembelajaran adalah saya dapat memperdalam pemahaman saya mengenai ZPD serta praktik ZPD di kelas. 



Gambar 1. Ilustrasi Zone of Proximal Development dalam pembelajaran siswa


Eksplorasi Konsep : Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 


Saya mempelajari bahwa konsep ZPD adalah zona berpikir siswa yang mana siswa belum mampu memecahkan masalahnya sendiri, namun setelah mendapat bantuan dari orang lain yang lebih ahli siswa menjadi mampu memecahkan masalah tersebut. Pembelajaran diluar ZPD siswa dapat menyebabkan pembelajaran terlalu mudah sehingga dapat membuat siswa bosan atau pembelajaran menjadi terlalu sulit sehingga dapat membuat siswa enggan terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Jika hal ini terus berlangsung dalam pembelajaran maka tujuan pembelajaran akan sulit tercapai.


Ruang Kolaborasi : Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 


Dalam ruang kolaborasi saya dan rekan melakukan diskusi dan kolaborasi mengenai pandangan masing-masing rekan terhadap penerapan pembelajaran yang menerapkan ZPD. Kami memiliki pandangan yang relatif sama mengenai hal tersebut. Kami sepakat bahwa pembelajaran menggunakan ZPD sangatlah penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun dalam diskusi ini kami menemukan perbedaan pendapat mengenai pembentukan kelompok pada pembelajaran yang menerapkan ZPD. Sebagian dari kami berpendapat bahwa pembelajaran yang menerapkan ZPD perlu mengelompokkan siswa secara homogen berdasarkan ZPD nya masing-masing. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa untuk efektivitas pembelajaran,siswa perlu dikelompokkan secara heterogen, yaitu dalam satu kelompok terdapat anggota kelompok yang beragam. Hal ini bertujuan agar siswa yang lebih cakap dapat menjadi tutor sebaya untuk teman yang kurang cakap. 


Demonstrasi Kontekstual : Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?


Hasil diskusi kami di ruang kolaborasi kemudian kami demonstrasikan pada demonstrasi kontekstual. Pada bagian ini saya banyak belajar mengenai diri saya sendiri dan rekan saya. Ternyata untuk satu teori yang sama kami bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi perseteruan di antara kami. Berdasarkan perbedaan ini justru memicu saya untuk menggali lebih dalam mengenai efektifitas pembelajaran berkelompok homogen atau homogen. Perbedaan pendapat ini justru dapat membuat saya menjadi ingin lebih banyak belajar. 


Elaborasi Pemahaman : Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  


Hal baru yang saya pelajari pada topik ini adalah penerapan ZPD dalam pembelajaran adalah hal yang cukup penting. Penerapan pembelajaran pada ZPD siswa akan membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pada awalnya saya belum memahami lebih detail mengenai konsep ZPD dan bagaimana penerapannya di kelas. Namun melalui diskusi dan kajian literasi saya jadi lebih mampu memahami konsep dan penerapan ZPD. Melalui pembelajaran pada topik ini saya jadi paham bahwa siswa akan mampu mempelajari sesuatu yang diluar kemampuannya apabila diberi bantuan yang tepat sesuai level perkembangan kognitif dan afektifnya. 


Koneksi Antar Materi


Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 


Saya mempelajari bahwa pembelajaran ZPD sangat berkaitan dengan apa yang sudah saya pelajari pada pembelajaran di mata kuliah lainnya. Berikut merupakan koneksi antara materi ZPD dengan materi di mata kuliah lainnya : 


Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya

Pengelompokkan siswa berdasarkan ZPD juga perlu memperhatikan karakteristik peserta didik. Karena walaupun ZPD siswa sama bisa jadi tidak memiliki karakter yang cocok satu sama lain sehingga sulit belajar bersama.


Prinsip Pengajaran dan Asesmen I

Setiap kelompok siswa dengan ZPD yang berbeda membutuhkan asesmen yang sesuai. Asesmen dapat dilakukan dengan cara yang berbeda selama tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sama.


Filosofi Pendidikan

Pembelajaran yang disesuaikan dengan ZPD siswa merupakan pembelajaran yang berprinsip pada kodrat alam dan kodrat zaman siswa. Kodrat siswa berbeda-beda sesuai dengan karakter dan kemampuan masing-masing.


Literasi Lintas Mata Pelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dengan ZPD perlu melakukan strategi literasi. Strategi literasi yang digunakan pada setiap kelompok yang berbeda dapat berbeda pula. Hal ini disesuaikan dengan karakter siswa.

Aksi Nyata


Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Pembelajaran ini membantu saya untuk menjadi lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran.  Dalam proses pembelajaran saya perlu menerapkan pembelajaran yang menggunakan ZPD untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.Saya jadi tau hal yang perlu saya lakukan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan ZPD nya yaitu melakukan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal siswa.

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Menurut saya kesiapan saya dalam menerapkan pembelajaran yang menggunakan ZPD adalah 7 (dalam rentang 1-10). Hal ini karena saya sudah mempelajari teori ZPD di perkuliahan, namun saya perlu lebih banyak berlatih lagi dalam penerapannya di kelas. 


Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Saya perlu menyiapkan tes awal serta mengobservasi pencapaian siswa dalam pembelajaran sebelumnya. Selanjutnya saya juga perlu melakukan observasi karakter sisw melalui pendekatan pada siswa ataupun wawancara dengan guru senior/wali kelas. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai ZPD masing-masing siswa. 






Minggu, 03 Desember 2023

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 3

 

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 3

Oleh : Nuril Azizah




Mulai Dari Diri : Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Hal yang saya pikirkan sebelum memulai proses pembelajaran ini adalah saya akan mempelajari lebih mendalam mengenai  pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Serta memahami pentingnya menerapkan pendekatan pembelajaran dengan menggunakan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik


E
ksplorasi Konsep : Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Saya mempelajari beberapa konsep mengenai pendekatan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mengedepankan dari perspektif sosiokultural pada siswa. Pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perspektif sosiokultural siswa  menjelaskan bahawa perbedaan latar belakang sosiokultural dapat mempengaruhi karakter dan budaya masyarakat setempat. Pemahaman mengenai hal tersebut penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Ruang Kolaborasi : Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Saya mempelajari bagaimana setiap perspektif dari teman-teman sekelompok mengenai perspektif sosiokultural seperti budaya, sosial, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan. Serta mengetahui bagaimana kesiapan dari masing-masing teman kelompok untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan sosiokultural siswa.

Demonstrasi Kontekstual : Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Saya mempelari bahwa bahasan mengenai perspektif sosio kultural dalam pendidikan, khususnya di Indonesia sangat penting untuk diperhatikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun demikian pelaksanaan pembelajaran yang demikian adalah sebuah tantangan bagi saya. Tantangan saya adalah hal ini merupakan hal yang baru bagi saya, selain itu saya juga perlu banyak berlatih dan melakukan pendekatan pada siswa untuk mengetahui latar belakangnya. Hal yang dapat saya lakukan adalah melakukan pendekatan secara bertahap pada siswa atau bertanya pada guru senior.. Selain itu saya sebagai calon guru perlu belajar lebih banyak lagi mengenai penerapan pembelajaran yang memperhatikan perspektif sosiall budaya, politik dan ekonomi.

Elaborasi Pemahaman : Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

 


K
oneksi Antar Materi :

Saya mempelajari dari koneksi antar materi dari perspektif sosiokultural dengan mata kuliah lain yaitu :

Prinsip Pengajaran dan Asesmen : Asesmen yang dilakukan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka, guru dimerdekakan dalam membuat tujuan pembelajarannya sendiri sesuai dengan karakteristik peserta didiknya yang disesuaikan dengan latar belakang peserta didik.

Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya : Setiap peserta didik yang memilik karakter yang berbeda-beda membutuhkan perlakuan belajar yang berbeda. Hal ini juga berpengaruh pada gaya belajar, perkembangan, dan motivasi siswa.

Literasi Lintas Mapel : Pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter peserta didik dapat dilakukan melalui berbagai macam strategi literasi. Strategi literasi dapat berupa bacaan, gambar, audio bahkan gerakan.

Filosofi Pendidikan : Karakter peserta didik merupakan manifestasi dari kodrat alam dan kodrat zaman setiap individu. Pemikiran dari Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan harus disesuaikan dengan prinsip kodrat tersebut demi memerdekakan peserta didik untuk mencapai kebahagiaannya.

PPL : mempraktikkan segala konsep pemahaman sosiokultural pada pembelajaran di kelas

 Aksi Nyata : Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Setelah mempelajari topik ini, saya mendapatkan banyak pandangan dan pendapat lain dari rekan sebaya yang beraneka ragam. Saya jadi lebih memahami makna pembelajaran yang memperhatikan sosial budaya, ekonomi dan politik siswa. Hal ini penting untuk diperhatikan untuk menciptakan suasana belajar yang baik demi upaya mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, saya juga dapat mengetahui strategi untuk mengatasi perbedaan karakteristik peserta didik di dalam kelas, yaitu salah satunya menerapkan pembelajaran

 


KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh : Nuril Azizah Pendidikan merupakan se...