Minggu, 08 Oktober 2023

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 1



Bagaimana perbedaan sosio-kultural masyarakat Indonesia dapat mempengaruhi realisasi kurikulum di negara ini?

Oleh : Nuril Azizah



Perspektif Sosio Kultural dalam Pendidikan Indonesia adalah salah satu mata kuliah yang saya tempuh dalam PPG Prajabatan tahun 2023, khususnya pada semester satu ini. Pada awal masuk mata kuliah ini saya sangat tertarik, bahkan mata kuliah ini adalah satu-satunya dari semua mata kuliah yang saya tempuh yang berhasil menarik minat saya bahkan sebelum saya mulai mendalaminya. Dari kata Sosiokultural, saya menebak bahwa saya akan diajak berkeliling Indonesia melalui perspektif pendidikan. Saya akan diajak untuk mendalami kisah-kisah penyelenggaraan pendidikan baik  di pelosok-pelosok negeri ataupun di kota-kota besar. Hal ini yang membuat saya sangat tertarik, karena saya dapat berkeliling Indonesia tanpa lelah payah. 

Indonesia merupakan negara dengan ratusan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan suku ini tentunya akan menyebabkan perbedaan sosial budaya setempat. Perbedaan sosial budaya ini akan membentuk karakter manusia yang berbeda. Selain itu, faktor lain yang tak kalah penting adalah ekonomi dan politik. Ekonomi keluarga sangat berpengaruh terhadap realisasi pendidikan seorang siswa. Walaupun di Indonesia sudah digencarkan “Wajib Sekolah 12 Tahun”, namun tak jarang ditemukan siswa putus sekolah karena harus membantu orang tua bekerja. Di sisi lain, politik juga sangat mempengaruhi pendidikan. Seperti kata-kata dalam pidato KH Dewantara bahwa pendidikan adalah “sawah”, sedangkan politik adalah “pagar”. Pagar sangat diperlukan agar sawah dapat digarap dengan tentram dan terhindar dari segala ancaman. Hal ini dimaksudkan penyelenggaraan pendidikan akan diatur oleh sistem politik yang ada di Indonesia melalui kebijakan-kebijakan menteri pendidikan. Dengan demikian mempelajari sosio kultural masyarakat setempat adalah salah satu hal krusial yang akan sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan sistem pendidikan di sekolah. Melalui mata kuliah ini, saya mempelajari bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, bahkan walaupun terdapat siswa dari suku dan daerah yang sama, masih memungkinkan terjadinya perbedaan karakter, terutama siswa yang berasal dari suku dan latar belakang ekonomi yang berbeda akan memiliki perbedaan karakter yang sangat kentara. Perbedaan ini bukan lantas menjadi bumerang untuk berpilih kasih dalam mengajar, namun sebagai seorang guru saya harus dapat menempatkan diri saya untuk dapat mengajar sesuai karakter-karakter siswa. 

Pemahaman tentang mata kuliah Perspektif Sosio Kultural dalam Pendidikan Indonesia dilanjutkan dengan kolaborasi bersama rekan-rekan di kelas. Kolaborasi ini dilakukan dengan mendiskusikan lima video yang berisikan tentang kisah-kisah pengajar di pelosok negeri. Setiap daerah pelosok memiliki cara penyelenggaraan pendidikan yang berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan karena setiap masyarakat di daerah yang berbeda memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan karakter ini disebabkan karena adanya perbedaan faktor ekonomi, politik dan sosial budaya daerah setempat. Suatu sistem penyelenggaraan pendidikan di suatu wilayah dapat dilakukan dengan sangat baik di suatu daerah, namun belum tentu baik jika diterapkan di daerah lain.

Hasil kolaborasi saya bersama rekan-rekan kemudian dibandingkan dengan hasil kolaborasi kelompok lain melalui kegiatan presentasi dan diskusi. Berdasarkan hasil presentasi oleh kelompok lain, saya mempelajari hal yang cukup menarik. Saya mendapati  perspektif yang berbeda dari kelompok lain mengenai satu hal yang sama. Hal ini cukup menarik karena saya dapat menerapkan pemahaman mengenai bagaimana perbedaan latar belakang kami mempengaruhi perbedaan perspektif kami mengenai satu tugas yang sama. Namun demikian, perbedaan pendapat kami ini tidak terlalu kentara, mengingat kami mungkin memiliki latar belakang sosial budaya dan politik yang sama karena kami berasal dari suku dan daerah yang relatif sama. 

Setelah mempelajari topik ini saya jadi semakin paham bahwa perbedaan pendapat bukanlah hal yang selalu perlu diperdebatkan. Saya mungkin dapat memandang pendapat saya adalah pendapat terbaik yang bisa saya berikan setelah memikirkannya matang-matang. Namun, setelah melalui proses diskusi saya mendapatkan lebih banyak pendapat-pendapat baik lainnya. 

Selama mempelajari topik ini, saya mempelajari cukup banyak hal. Salah satu hal yang paling menarik adalah tentang bagaimana perbedaan faktor-faktor ekonomi, sosial budaya dan politik dapat mempengaruhi karakter setiap siswa. Perbedaan karakter ini kemudian perlu mendapatkan cara pembelajaran yang berbeda. Dalam hal ini saya tidak bisa menuntut semua siswa di kelas untuk belajar dengan satu cara dan mengharapkan semua siswa paham secara utuh dan bersamaan. 

Saya pernah mengajar di salah satu SD di kota asal saya. Dahulu, saya sering merasa frustasi dan berkecil hati jika ada beberapa siswa yang tak kunjung paham dengan materi yang saya berikan. Saya pernah berpikir bahwa semua siswa harus duduk diam dan mendengarkan penjelasan saya dengan baik. Lebih-lebih  saya berharap semua siswa memahami semua materi yang saya ajarkan. Padahal setiap siswa memiliki cara belajarnya masing-masing dan saya tidak harus selalu membuat mereka belajar dengan cara yang saya mau. Hal ini karena perbedaan karakter belajar setiap siswa dipengaruhi oleh hal-hal mendasar yang sudah ada pada dirinya sejak kecil di keluarga masing-masing. 


Berdasarkan hal ini, saya jadi bertanya-tanya apakah jika saya memiliki 20 siswa di kelas dengan karakter belajar yang berbeda-beda lantas saya harus menyesuaikan dengan karakter siswa tersebut? Apakah penyesuaian sistem belajar dengan karakter sosio kultural masing-masing memiliki efektifitas yang cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan silabus yang tersedia di kurikulum?

Saya mencoba untuk menghubungkan pemahaman saya dari mata kuliah Perspektif Sosio Kultural ini dengan beberapa mata kuliah lain di PPG Prajabatan semester satu ini. Materi yang ada di mata kuliah ini sangat erat hubungannya dengan materi yang saya pelajari di mata kuliah lain. Sebagai contoh, latar belakang yang berbeda pada setiap siswa dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik sosial dan budaya menyebabkan perbedaan karakter siswa. Setiap karakter siswa kemudian membutuhkan cara belajar yang berbeda-beda. Hal ini meliputi metode, model, teknik, strategi serta media belajar yang disesuaikan dengan karakter siswa. Hal ini saya pelajari di mata kuliah Pemahaman Peserta didik dan Pembelajarannya. Setelah saya mencoba untuk mengkoneksikan dengan mata kuliah lainnya, saya dapat mengambil benang merah dari topik 1 ini. Hal tersebut adalah karakter siswa. Karakter siswa adalah salah satu hal krusial yang menentukan keberhasilan pembelajaran. Karakter siswa membuat siswa membutuhkan cara pengajaran, alat psikologis, mediasi, literasi dan asesmen yang berbeda-berbeda. Karakter siswa ini dapat berbeda berdasarkan perbedaan latar belakang masing-masing siswa. 

Gambar 1. Koneksi antar materi mata kuliah Perspektif Sosio Kultural dengan mata kuliah PPG lainnya

Semua mata kuliah di PPG Prajabatan ini, khususnya di mata kuliah Perspektif Sosio Kultural ini telah sangat membantu saya untuk mempersiapkan diri menjadi guru yang baik. Pemahaman tentang perbedaan karakter siswa membuat saya harus lebih kreatif dan dalam membuat pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa. Namun demikian, saya belum sepenuhnya siap. Jika saya menilai diri saya secara pribadi, saat ini kesiapan saya baru mencapai angka 4 dari 10. Hal ini karena saya perlu mencoba menerapkan teori yang saya pelajari di kelas secara nyata di kelas kepada siswa-siswa.  Saya masih perlu banyak membaca teori pendidikan lainnya serta berlatih praktik mengajar lebih banyak lagi. Maka dari itu, hal-hal yang perlu saya siapkan adalah lebih banyak belajar mengenai konsep-konsep teori pendidikan serta berdiskusi dengan rekan. Selain itu, hal yang sangat penting adalah berlatih mengajar kepada siswa secara langsung untuk menerapkan hal-hal yang sudah saya pelajar di kelas. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh : Nuril Azizah Pendidikan merupakan se...