AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 4
Pembelajaran yang Menerapkan "Zone of Proximal Development"
Mulai Dari Diri : Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan istilah yang pernah saya diskusikan secara singkat dengan dosen dan rekan sejawat di pertemuan pada topik sebelumnya. Namun, saya belum mendalami lebih jauh mengenai konsep ZPD serta penerapannya dalam pembelajaran. Hal yang saya pikirkan sebelum memulai proses pembelajaran adalah saya dapat memperdalam pemahaman saya mengenai ZPD serta praktik ZPD di kelas.
Eksplorasi Konsep : Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Saya mempelajari bahwa konsep ZPD adalah zona berpikir siswa yang mana siswa belum mampu memecahkan masalahnya sendiri, namun setelah mendapat bantuan dari orang lain yang lebih ahli siswa menjadi mampu memecahkan masalah tersebut. Pembelajaran diluar ZPD siswa dapat menyebabkan pembelajaran terlalu mudah sehingga dapat membuat siswa bosan atau pembelajaran menjadi terlalu sulit sehingga dapat membuat siswa enggan terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Jika hal ini terus berlangsung dalam pembelajaran maka tujuan pembelajaran akan sulit tercapai.
Ruang Kolaborasi : Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?
Dalam ruang kolaborasi saya dan rekan melakukan diskusi dan kolaborasi mengenai pandangan masing-masing rekan terhadap penerapan pembelajaran yang menerapkan ZPD. Kami memiliki pandangan yang relatif sama mengenai hal tersebut. Kami sepakat bahwa pembelajaran menggunakan ZPD sangatlah penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun dalam diskusi ini kami menemukan perbedaan pendapat mengenai pembentukan kelompok pada pembelajaran yang menerapkan ZPD. Sebagian dari kami berpendapat bahwa pembelajaran yang menerapkan ZPD perlu mengelompokkan siswa secara homogen berdasarkan ZPD nya masing-masing. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa untuk efektivitas pembelajaran,siswa perlu dikelompokkan secara heterogen, yaitu dalam satu kelompok terdapat anggota kelompok yang beragam. Hal ini bertujuan agar siswa yang lebih cakap dapat menjadi tutor sebaya untuk teman yang kurang cakap.
Demonstrasi Kontekstual : Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Hasil diskusi kami di ruang kolaborasi kemudian kami demonstrasikan pada demonstrasi kontekstual. Pada bagian ini saya banyak belajar mengenai diri saya sendiri dan rekan saya. Ternyata untuk satu teori yang sama kami bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi perseteruan di antara kami. Berdasarkan perbedaan ini justru memicu saya untuk menggali lebih dalam mengenai efektifitas pembelajaran berkelompok homogen atau homogen. Perbedaan pendapat ini justru dapat membuat saya menjadi ingin lebih banyak belajar.
Elaborasi Pemahaman : Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Hal baru yang saya pelajari pada topik ini adalah penerapan ZPD dalam pembelajaran adalah hal yang cukup penting. Penerapan pembelajaran pada ZPD siswa akan membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pada awalnya saya belum memahami lebih detail mengenai konsep ZPD dan bagaimana penerapannya di kelas. Namun melalui diskusi dan kajian literasi saya jadi lebih mampu memahami konsep dan penerapan ZPD. Melalui pembelajaran pada topik ini saya jadi paham bahwa siswa akan mampu mempelajari sesuatu yang diluar kemampuannya apabila diberi bantuan yang tepat sesuai level perkembangan kognitif dan afektifnya.
Koneksi Antar Materi
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?
Saya mempelajari bahwa pembelajaran ZPD sangat berkaitan dengan apa yang sudah saya pelajari pada pembelajaran di mata kuliah lainnya. Berikut merupakan koneksi antara materi ZPD dengan materi di mata kuliah lainnya :
Pengelompokkan siswa berdasarkan ZPD juga perlu memperhatikan karakteristik peserta didik. Karena walaupun ZPD siswa sama bisa jadi tidak memiliki karakter yang cocok satu sama lain sehingga sulit belajar bersama.
Prinsip Pengajaran dan Asesmen I
Setiap kelompok siswa dengan ZPD yang berbeda membutuhkan asesmen yang sesuai. Asesmen dapat dilakukan dengan cara yang berbeda selama tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sama.
Filosofi Pendidikan
Pembelajaran yang disesuaikan dengan ZPD siswa merupakan pembelajaran yang berprinsip pada kodrat alam dan kodrat zaman siswa. Kodrat siswa berbeda-beda sesuai dengan karakter dan kemampuan masing-masing.
Literasi Lintas Mata Pelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dengan ZPD perlu melakukan strategi literasi. Strategi literasi yang digunakan pada setiap kelompok yang berbeda dapat berbeda pula. Hal ini disesuaikan dengan karakter siswa.
Aksi Nyata
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Pembelajaran ini membantu saya untuk menjadi lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran saya perlu menerapkan pembelajaran yang menggunakan ZPD untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.Saya jadi tau hal yang perlu saya lakukan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan ZPD nya yaitu melakukan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Menurut saya kesiapan saya dalam menerapkan pembelajaran yang menggunakan ZPD adalah 7 (dalam rentang 1-10). Hal ini karena saya sudah mempelajari teori ZPD di perkuliahan, namun saya perlu lebih banyak berlatih lagi dalam penerapannya di kelas.
Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?
Saya perlu menyiapkan tes awal serta mengobservasi pencapaian siswa dalam pembelajaran sebelumnya. Selanjutnya saya juga perlu melakukan observasi karakter sisw melalui pendekatan pada siswa ataupun wawancara dengan guru senior/wali kelas. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai ZPD masing-masing siswa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar