Sabtu, 09 Desember 2023

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 5

Penerapan Pendekatan, Strategi, Metode dan Teknik Pembelajaran yang Diterapkan Sebagai Scaffolding pada ZPD Siswa

AKSI NYATA : PERSPEKTIF SOSIO KULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA TOPIK 5

By : Nuril Azizah (240211105910)




Mulai Dari Diri : Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? 


Pada pembelajaran sebelumnya saya sudah mempelajari mengenai konsep Zone of Proximal Development (ZPD). Pada pembelajaran topik ini saya mempelajari mengenai penerapan pendekatan, strategi, teknik dan metode pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Sebelum mempelajari topik ini saya belum memahami konsep scaffolding, namun saya berpikir bahwa scaffolding memiliki koneksi dengan konsep ZPD yang sudah saya pelajari sebelumnya. Saya menjadi antusias untuk mempelajari topik ini lebih mendalam. 


Eksplorasi Konsep : Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 
Berdasarkan hasil eksplorasi konsep yang saya pahami, scaffolding adalah memberikan bantuan secara bertahap dan tepat kepada siswa. Guru perlu memahami dimana titik dukungan yang dibutuhkan oleh siswa sehingga guru memberikan bantuan dalam dosis yang tepat. Bantuan harus diberikan dengan tepat sesuai ZPD masing-masing siswa. Apabila guru memberikan terlalu banyak bantuan kepada sisa,maka siswa akan cenderung malas dan tidak mandiri dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Sebaliknya apabila guru terlalu sedikit memberi bantuan, maka siswa akan kesulitan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. 


Ruang Kolaborasi : Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 


Dalam ruang kolaborasi saya dan rekan melakukan diskusi dan kolaborasi mengenai pandangan masing-masing rekan terhadap penerapan pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Kami memiliki pandangan yang relatif sama mengenai hal tersebut. Kami sepakat bahwa pembelajaran menggunakan scaffolding pada ZPD sangatlah penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun dalam diskusi ini kami menemukan perbedaan pendapat mengenai pembentukan kelompok pada pembelajaran yang menerapkan scaffolding pada ZPD. Sebagian dari kami berpendapat bahwa pembelajaran yang menerapkan ZPD perlu mengelompokkan siswa secara homogen berdasarkan ZPD nya masing-masing. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa untuk efektivitas pembelajaran,siswa perlu dikelompokkan secara heterogen, yaitu dalam satu kelompok terdapat anggota kelompok yang beragam. Hal ini bertujuan agar siswa yang lebih cakap dapat menjadi tutor sebaya untuk teman yang kurang cakap. 


Demonstrasi Kontekstual : Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?


Hasil diskusi kami di ruang kolaborasi kemudian kami demonstrasikan pada demonstrasi kontekstual. Pada bagian ini saya banyak belajar mengenai diri saya sendiri dan rekan saya. Ternyata untuk satu teori yang sama kami bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda. Namun perbedaan pandangan tersebut tidak menjadi perseteruan di antara kami. Berdasarkan perbedaan ini justru memicu saya untuk menggali lebih dalam mengenai efektifitas pembelajaran berkelompok homogen atau homogen. Perbedaan pendapat ini justru dapat membuat saya menjadi ingin lebih banyak belajar. 


Elaborasi Pemahaman : Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?  


Hal baru yang saya pelajari pada topik ini adalah penerapan scaffolding pada ZPD sangat penting untuk dilakukan dalam pembelajaran. Scaffolding berarti memberikan bantuan secara bertahap kepada siswa sesuai dengan ZPD nya masing-masing. Pemberian bantuan perlu dilakukan dengan tepat di waktu yang tepat. Sebagai seorang guru, perlu untuk mengidentifikasi titik dimana siswa membutuhkan bantuan dan titik dimana siswa mampu menyelesaikannya secara mandiri. Pemberian bantuan secara bertahap ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa, namun hal yang lebih penting adalah membangun jiwa pembelajar dari diri siswa. Siswa pembelajar adalah seseorang yang mampu mengidentifikasi kesulitan yang dilaluinya serta mencari jalan atau solusi atas masalahnya. 


Koneksi Antar Materi


Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 


Saya mempelajari bahwa pembelajaran ZPD sangat berkaitan dengan apa yang sudah saya pelajari pada pembelajaran di mata kuliah lainnya. Berikut merupakan koneksi antara materi ZPD dengan materi di mata kuliah lainnya : 


Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya

Pemberian bantuan secara bertahap (scaffolding) perlu memperhatikan ZPD siswa. ZPD siswa akan dipengaruhi karakter masing-masing peserta didik. Guru perlu memahami karakter peserta didik sebelum melakukan pembelajaran.


Prinsip Pengajaran dan Asesmen I

Pemberian bantuan bertahap pada siswa bertujuan untuk membantu peserta didik belajar menjadi pembelajar. Maka pemberian asessmen tidak hanya sekedar untuk mengevaluasi aspek kognitif, melainkan aspek kognitif dan psikomotorik juga.


Filosofi Pendidikan

Pembelajaran yang menerapkan Scaffolding pada dengan ZPD siswa merupakan pembelajaran yang berprinsip pada kodrat alam dan kodrat zaman siswa. Kodrat siswa berbeda-beda sesuai dengan karakter dan kemampuan masing-masing.


Literasi Lintas Mata Pelajaran

Pelaksanaan pembelajaran dengan scaffolding pada ZPD perlu melakukan strategi literasi. Strategi literasi yang digunakan pada setiap kelompok yang berbeda dapat berbeda pula. Hal ini disesuaikan dengan karakter siswa.


Aksi Nyata


Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? 

Pembelajaran ini membantu saya untuk menjadi lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran.  Dalam proses pembelajaran saya perlu menerapkan pembelajaran yang menggunakan scaffolding pada  ZPD untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu saya jadi memahami bahwa sebagai seorang guru, guru perlu memberikan bantuan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya masing-masing agar siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri. 

Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Menurut saya kesiapan saya dalam menerapkan pembelajaran yang menggunakan  scaffolding pada ZPD adalah 7 (dalam rentang 1-10). Hal ini karena saya sudah mempelajari teori scaffolding pada  ZPD di perkuliahan, namun saya perlu lebih banyak berlatih lagi dalam penerapannya di kelas. 


Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Saya perlu menyiapkan tes awal serta mengobservasi pencapaian siswa dalam pembelajaran sebelumnya. Selanjutnya saya juga perlu melakukan observasi karakter siswa melalui pendekatan pada siswa maupun wawancara dengan guru senior/wali kelas. Hal ini dapat memberikan gambaran mengenai ZPD masing-masing siswa. Selanjutnya, saya perlu berlatih untuk memberikan bantuan saat pembelajaran yang mana bantuan tersebut dapat menuntun siswa menemukan solusi dari masalahnya secara mandiri. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh : Nuril Azizah Pendidikan merupakan se...